UJI KOPETENSI I

 

UJI KOPETENSI I

TEKS ANEKDOT BAHASA INDONESIA

KELAS X



 PILIHAN GANDA

           1. Berikut ini merupakan ciri-ciri teks anekdot, kecuali....

A.    teks anekdot mengandung kritikan terhadap oknum yang merugikan atau meresahkan masyarakat.

B.     teks mengandung unsur humor.

C.     Teks anekdot dibuat berdasarkan kisah nyata.

D.    Teks anekdot hanya mengandung kritikan. 

E.     Teks anekdot dikisahkan seperti dongeng

2. Berikut ini merupakan urutan struktur teks anekdot, kecuali...

A.    abstraksi, krisis, orientasi, reaksi, dan koda

B.     abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. 

C.     abstraksi, orientasi, krisis, koda, dan reaksi

D.    Orientasi, krisis, reaksi, koda, dan abstraksi

E.     Krisis, rekasi, orientasi, abstraksi, dan koda

 3. Teks anekdot mengandung pesan implisit. Apa maksud dari pernyataan tersebut?

A.    Teks anekdot menyampaikan pesan dengan jelas dan baku.

B.     Teks anekdot menyampaikan pesan secara tersirat atau makna pesan tidak disampaikan secara langsung. 

C.     Pesan teks anekdot mengkritik suatu tindakan yang melanggar aturan masyarakat.

D.    Pesan teks anekdot memiliki efek persuasif sehingga mampu mengubah pola pikir masyarakat.

E.     Pesan teks anekdot disampaikan secara terus terang tanpa ada unsur paksaan dari berbagai pihak.

 4. Perhatikan penggalan teks anekdot berikut!



 

A.    Para pengendara kendaraan bermotor sebaiknya patuh terhadap peraturan lalulintas dan tidak melawan ketika ditilang. 

B.     Sebagai polisi harus tegas terhadap para pengendara kendaraan bermotor dengan memberikan hukuman fisik.

C.     Para pengendara kendaraan bermotor sebainya meperhatikan perlengkapan izin berkendara agar tidak ditilang.

D.    Para pengendara motor sudah sepatutnya menentang polisi lalu lintas yang seenaknya menilang.

E.     Para polisi lalu lintas tidak perlu mandi kembang tujuh rupa karena dapat kehilangan harga dirinya.

 5. Perhatikan teks berikut!

Di penjara, Poniman kenal dengan pak Bedu, narapidana yang dihukum seumur hidup.

Teks tersebut masuk ke dalam.....

A.    Abstraksi 

B.     Koda

C.     Orientasi

D.    Krisis

E.     Reaksi

 6. Teks anekdet dapat disajikan dalam dua bentuk yakni ..... dan......

A.    Tesis dan argumentasi

B.     Humor dan kritik

C.     Dialog dan narasi 

D.    Berita dan opini

E.     Kias dan sindiran

 7. Teks anekdot merupakan gambaran dari kejadian faktual di masyarakat. Apa maksud dari pernyataan tersebut?

A.    Kejadian dalam teks anekdot benar-benar berkesan dan mampu menyadarkan masyarakat.

B.     Kejadian dalam teks anekdot menjadi contoh bagi masyarakat di dalam bertingkah laku yang baik dan benar.

C.     Teks anekdot berasal dari hasil pengamatan.

D.    Teks anekdot menggambarkan kehidupan masyarakat yang penuh dengan permasalahan yang merugikan orang banyak.

E.     Kejadian yang digambarkan dalam teks anekdot berasal dari kisah nyata yang terjadi di  masyarakat. 

 8. Bagian dari teks anekdot yang berisi puncak dari suatu permasalahan disebut......

A.    Abstraksi

B.     Orienasi

C.     Krisis 

D.    Reaksi

E.     Koda

 9. Perhatikan teks anekdot berikut berikut!

Kok Bisa Tahu

 

Gusdur sedang naik pesawat kepresidenan menjamu presiden AS dan Perancis keliling dunia.

Ketika sampai di AS, presiden AS mengulurkan tangannya ke luar jendela, lalu berkata, “Kita sedang di New York.”

“Kok bisa tahu,” tanya yang lain.

“Karena ini, puncak patung Liberty kepegang oleh saya.”

Ketika sampai di Perancis, presiden Perancis mengulurkan tangannya ke luar jendela, lalu berkata, “Kita sedang di Paris.”

“Kok bisa tahu,” tanya yang lain.

“Karena ini, puncak menara Eiffel kepegang oleh saya.”

Ketika sampai di Indonesia, presiden Gusdur mengulurkan tangannya ke luar jendela, lalu berkata, “Kita sedang di Tanah Abang.”

“Kok bisa tahu,” tanya yang lain.

“Karena ini, jam tangan saya ilang kecopetan.”

Sumber: gurupendidikan.com

Apa kritikan yang ingin di sampaikan dalam teks anekdot tersebut?

A.    Teks anekdot tersebut mengkritik bapak Gusdur yang suka merendahkan negeri sendiri.

B.     Teks anekdot tersebut mengkritik para pemimpin negeri yang menyombongkan diri mereka dengan menunjukan kemegahan negara mereka. Padahal, di daerah Tanah Abang jauh lebih baik.

C.     Teks anekdot tersebut mengkritik sikap Gusdur yang tidak meunjukan cinta terhadap tanah air.

D.    Teks anekdot tersebut mengkritik tingkat keamanan di Tanah Abang yang kurang. Sebab, di daerah Tanah Abang ada banyak pencopet yang masih berkeliaran dan tidak diberantas oleh pemerintah daerah Tanah Abang. 

E.     Teks anekdot tersebut mengkritk para pemimpin negeri yang merendahkan negara Indonesia dengan menunjukan kemegahan negeri mereka. Padahal, Indonesia jauh lebih baik.

 

10. Perhatikan teks anekdot berikut!

Lontong

 

Suatu  hari, Gusdur sedang bersama dengan teman-temannya. Ia lalu bilang.

“Kalau mau supaya, di Alam Kubur nggak ditanya malaikat itu gampang,” Ujar Gusdur.

“Lha, emang bisa, Gus? Bukannya setiap orang akan ditanya malaikat penanya di alam kubur?” tanya temannya.

“Lho.. yo gampang. Nanti kalau mati jangan mau dikubur pakai kain kafan. Minta dikubur pakai daun pisang.”

“Hubungane opo toh, Gus?” (hubungannya apa, ya, Gus?)

“Biar nanti kalau malaikat nanya, kamu jawab, “Aku dudu uwong. (Aku bukan orang). Aku lontong.”

Sumber: gurupendidikan.com

 

Apa pesan implisit yang ingin disampaikan dalam teks anekdot tersebut?

A.    Setiap manusia pasti akan mati maka dari itu tidak perlu takut.

B.     Setiap manusia harus berjaga-jaga dan siap apabila ajal menjeputnya dengan perbuatan dan pikiran yang baik. 

C.     Setiap manusia memiliki tanggung jawab terhadap sesamanya yang mengalami krisis iman.

D.    Setiap manusia harus menghargai nyawanya.

E.     Setiap manusia pasti akan dihakimi oleh malaikat. Maka dari itu, manusia harus menyiapkan kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan malaikat.

 

11. Orang pintar dikatakan bodoh sedangkan orang bodoh dikatakan orang pintar. Teks tersebut masuk kedalam kiasan....

A.    Perbandingan

B.     Perumpamaan

C.     Hiperbola

D.    Metafora

E.     Antonim

 

12. Perhatikan pengalan teks anekdot berikut!

“Lha, kalau bangsa Indonesia ini masuk yang kategori mana, Gus?” tanya wartawan lainnya.

“Lha, kalo Indonesia ya, beda. Karena lain apa yang dibicarakan, lain lagi apa yang dikerjakan.”

 

Teks tersebut masuk ke dalam...

A.    Abstraksi

B.     Orientasi

C.     Krisis

D.    Reaksi 

E.     Koda

 

13. Perhatikan teks anekdot berikut!

 

Seret

Siswono sudah 3 kali mendatangi pegawai desa untuk menanyakan e-KTP yang kemarin dibuat secara massal. Semua tetangganya sudah menerima, tinggal dia saja yang belum. Ia pun curhat ke Bendol, tetangganya.


Apa kritikan yang ingin disampaikan dalam teks anekdot tersebut?

A.    Teks anekdot tersebut mengkritik para pejabat pemerintahan yang kurang tegas terhadap masyarakat yang memberikan suap kepada para pejabat E-KTP.

B.     Teks anekdot tersebut mengkritik masyarakat yang tidak memiliki pemahaman yang baik tentang prosedur pengajuan E-KTP.

C.     Teks anekdot tersebut mengkritik para pejabat pemerintahan di kantor pelayanan publik E-KTP yang tidak jujur dalam melayani masyarakat. 

D.    Teks anekdot tersebut mengkritik para pelayan publik E-KTP yang lamban di dalam melayani pengurusan E-KTP bagi masyarakat.

E.     Teks anekdot tersebut mengkritik pola pikir masyarakat yang masih mengharapkan kinerja para pelayan publik E-KTP.

 

14. Perhatikan teks anekdot berikut!

Sama-Sama Butuh

Jono sudah 3 kali bolak-balik ke kantor polres karena tidak lolos tes teknik dasar kendaraan bermotor. Ia sudah lolos di tes lurus dan zigzag, tapi selalu gagal di tes angka delapan. Ia pun bercerita ke temannya, Yono.





 

Apa kritikan yang ingin disampaikan dalam teks anekdot tersebut?

A.    Teks anekdot tersebut mengkritik masyarakat yang tidak memiliki kesadaran akan pentingnya tes teknik kendaraan bermotor.

B.     Teks anekdot tersebut mengkritik masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang teknik berkendara yang baik dan benar.

C.     Teks anekdot tersebut mengkritik  praktik pungli yang dilakukan dalam kelulusan tes teknik kendaraan bermotor. 

D.    Teks anekdot tersebut mengkritik tes teknik kendaraan bermotor yang samakin dipersulit.

E.     Teks anekdot tersebut mengkritik aparat yang mengurus SIM agar lebih tegas lagi di dalam mengatasi masyarakat yang enggan mengikuti tes teknik kendaraan bermotor.

 

 15. Berikut ini merupakan aspek kebahasaan teks anekdot, kecuali...

A.    Terdapat konjungsi

B.     Terdapat kata baku 

C.     Terdapat kata kias

D.    Terdapat majas sindiran

E.     Terdapat kata kerja aktif

 

ESAI

1. Perhatikan teks anekdot berikut!

Indonesia Beda

“Sifat bangsa itu ada 4,” kata Gusdur di sebuah sesi wawancara. Wartawan itu bertanya, dengan bangsa-bangsa lain di dunia, apa yang membuat Indonesia berdua.

“Pertama, sedikit bicara, sedikit kerja. Contohnya Nigeria dan Angola.

“Kedua, sedikit bicara, banyak kerja. Contohnya, Korsel dan Jepang.

“Ketiga, banyak bicara, banyak kerja. Contohnya China dan Amerika.

“Keempat, Banyak bicara, sedikit kerja. Contohnya India dan Pakistan.”

“Lha, kalau bangsa Indonesia ini masuk yang kategori mana, Gus?” tanya wartawan lainnya.

“Lha, kalo Indonesia ya, beda. Karena lain apa yang dibicarakan, lain lagi apa yang dikerjakan.”

Sumber: gurupendidikan.com

Jelaskan kritikan yang ingin disampaikan dalam teks anekdot tersebut serta berikan contoh nyata kejadian di Indonesia yang berkaitan dengan teks anekdot tersebut!

 


2. Perhatikan teks anekdot berikut!


Jelaskan kritikan yang ingin disampaikan dalam teks anekdot tersebut dan berikan contoh kejadian nyata yang terjadi di Indonesia!

3.      Perhatikan teks anekdot berikut!

Kaos Tahanan KPK

 

Andin: “Din, kamu tahu di negara kita sudah terdapat banyak politisi-politisi yang kaya raya?”

Dinda : “Emm, masalah itu aku juga sudah tahu, Din.”

Andin : “Dengan kekayaan yang mereka miliki, mereka semua sanggup untuk membeli baju yang termahal di Indonesia. “

Dinda : “Lho, maksud kamu apa ya?”

Andin : “Ya, apalagi kalo bukan baju tahanan KPK.”

Dinda : “Kok malah kaos tahanan KPK sih din?, aku gak paham.”

Andin : “Coba aja deh kamu pikir Din, seorang politisi terlebih dahulu harus mengambil uang negara minimal Rp1 miliar baru mereka semua bisa menggunakan kaos tersebut.”

Dinda : “Ohh, aku baru paham kalau maksudmu seperti itu, Din.”

 

Jelaskan pesan implisit yang ingin disampaikan dalam teks anekdot tersebut!

 

4.      Perhatikan penggalan teks anekdot berikut!

Dodit : “Aku tidak mau masuk ke dunia politik Indonesia.”

Jodi    : “Kenapa?”

Dodit : “Karena di dunia politik Indonesia ada hukum rimba.”

Jelaskan kritikan yang ingin di sampaikan dalam teks anekdot tersebut!

 

 

 5.   Perhatikan teks berita berikut!

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan sebagai tersangka kasus dugaan suap. Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menyatakan, kasus suap tersebut terkait dengan penetapan anggota DPR periode 2019-2024. "KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau terkait penetapan anggota DPR-RI Terpilih tahun 2019-2024," kata Lili dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (9/1/2020) 

Lili menyampaikan, kesimpulan itu didapat dari hasil gelar perkara setelah penangkapan Wahyu dalam operasi tangkap tangan pada Selasa (7/1/2020) kemarin. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan tiga orang tersangka selain Wahyu yakni mantan anggota Bawaslu RI, Agustinus Tio Fridellina serta dua pihak swasta bernama Harun Masiku dan Saeful. Wahyu dan Agustinus ditetapkan sebagai tersangka penerima suap, sedangkan Harun dan Saeful ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Para tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara itu, para tersangka pemberi suap dijerat Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Buatlah teks anekdot berdasarkan berita di atas!




SEMOGA SUKSES


 


Comments